Pemandian Air Panas Krakal








KRAKAL - Tak banyak tempat wisata yang menawarkan rekreasi liburan sekaligus menyembuhkan penyakit atau sekedar merilekskan tubuh. Pemandian air panas Krakal, yang letaknya 12 Kilometer di sebelah utara kota Kebumen mungkin salah satu dari sedikit obyek wisata yang menyediakannya. Air panas alami yang keluar dari perut bumi itu dipercaya mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit seperti kulit, stroke, rematik, dan asam urat. Setelah berendam selama 15 menit, air panas itu juga dipercaya bisa melancarkan metabolisme tubuh. Sehingga badan terasa segar setelah berendam beberapa saat. "Airnya hangat-hangat kuku. Badan jadi terasa segar. Pegal-pegal yang dirasakan juga hilang seketika," kata pengunjung di Krakal, Alian, Kebuman, Jawa Tengah. Kesegaran yang dirasakan suciyati adalah efek kecil dari air panas alami itu. Sebab, ada beberapa pengalaman lain yang lebih menakjubkan. Seperti orang lumpuh bisa berjalan kembali dan orang kudisan juga sembuh total. Menurut hasil penelitan banyak sekali kandungan kimia di dalam air panas itu. Misalnya Sulfat, Amonia, Tembaga, flurousida, nitrat, nitrit, dan oksigen. Masyarakat sekitar pemandian sendiri menyebutkan air panas itu mengandung garam belerang. Kandungan itulah yang diyakini sebagai obat berbagai penyakit. Berdasar keterangan pimpinan pengelola pemandian air panas Krakal Heru Setyo Prabowo, air panas itu berasal dari mata air artesi atau patahan di bawah dasar bumi, yang kemudian muncul tuk-tuk (mata air) kecil. Di sekeliling titik pancaran air tersebut lalu dibuat penampungan. Pemandian air panas Krakal sendiri mempunyai 2 kolam mata air yang kemudian dialirkan ke bak-bak kamar mandi yang berjumlah 20 buah."Sebenarnya kami ingin membangun kolam air panas yang cukup besar, agar bisa digunakan bareng pengunjung. Namun debit air dari sumber tidak mencukupi," kata Heru. Setelah ditelusuri, ternyata pemandian air panas tidak hanya dipercaya sebagai tempat pengobatan penyakit. Namun ada sejumlah masyarakat yang meyakini sumber mata air panas mempunyai kekuatan mistis yang dapat mengabulkan permintaan mereka. Ritual permohonanya dilakukan dengan cara melongok ke dasar kolam penampungan lalu berdoa dan mengakhirinya dengan melemparkan koin ke dasar kolam. Pemandian air panas yang dibangun pada 1908 itu merupakan salah satu obyek wisata andalan Kebumen. Lokasinya berada di wilayah perbukitan, mempunyai udara bersih sehingga memberikan suasana damai dan tenang di dalam hati. Cocok sekali dijadikan tujuan wisata bagi masyarakat yang menginginkan relaksasi setelah penat bekerja.Tak heran bila kemudian pemandian air panas Krakal digunakan sebagai tempat klangenan oleh masyarakat di daerah Barat Kebumen saat melakukan perjalanan ke Timur. Mampir sebentar berendam untuk mendapatkan kesegaran yang tiada tara.
Tapi ada beberapa kendala yang mungkin bisa membuat kita kurang nyaman berada di Pemandian Air Panas. Sumber air yang ada hanya bisa untuk mencukupi 20 kamar mandi. Bila pengunjung yang datang agak banyak, debit air menjadi sangat berkurang dan untuk itu para pengunjung harus sabar menunggu sampai air yang tertampung sudah tersedia kembali.
Bagaimana kalau yang datang pada saat yang sama lebih dari 100 ya? Sayang sekali tidak semuanya bisa menikmati hangatnya air panas di PAP Krakal. Selain itu, bila terjadi hujan yang agak besar, petugas pun kewalahan karena kamar mandi akan tergenang air sehingga saat seperti itu, pelayanan tidak dapat dilakukan. Memang letak Pemandian adalah di bagian cekukan yang rendah. Mudah-mudahan saat kita ke sana, semua kendala tadi tidak menimpa kita.


Tambahan dari Pak Ma'rufin Sudibyo dari milis karmen:

Pemandian Air Panas Krakal sebenarnya merupakan manifestasi permukaan dari kawasan geotermal (panas bumi) Alian, yang merupakan satu dari 14 kawasan geotermal di Jawa Tengah. Kawasan geotermal yang terletak di pojok tenggara Taman Nasional Geologi Karangsambung ini unik, karena berbeda dengan kawasan geotermal lainnya, mata air panas di sini tidaklah diproduksi dan dikendalikan oleh aktivitas vulkanik maupun pasca vulkanik. Di Kebumen, sisa-sisa gunung berapi alias fossil gunung berapi terletak di kawasan Pegunungan Gombong Selatan, tepatnya di kawasan Pantai Manganti, pantai curam di tepi Samudera Hindia yang mengandung sejumlah batuan terobosan dalam fasies distal dan sentral produk aktivitas vulkanik bawah laut di masa silam. Sementara di utara, sekitar 20 - 30 km dari kawasan geotermal ini, memang terdapat Pegunungan Dieng, sisa gunung api purba yang meletus dahsyart pada 16.000 tahun silam mdan meninggalkan kaldera besar yang tertimbun dan kini menjadi salah satu kawasan geotermal nan penting. Namun kawasan geotermal Alian juga bisa dipastikan tidak berhubungan langsung dengan Dieng.Kawasan geotermal Alian dibentuk oleh aktivitas Patahan Kedungkramat (Kedungbener) yang membujur berarah utara - selatan sepanjang 12 km dari pantai selatan hingga berakhir di Pegunungan Karangsambung. Patahan ini terbentuk sekitar 2 juta tahun silam, dengan memotong satuan batuan formasi Penosogan sehingga membentuk lembah yang nampak lurus bila dilihat dari udara/satelit. Di lembah lurus inilah mengalir Sungai Kedungbener, salah satu anak Sungai Lukulo yang mempunyai nilai historis penting dalam perkembangan sejarah Kebumen. Indikasi peranan patahan Kedungbener sebagai pengontrol aktivitas geotermal Alian nampak jelas pada pH mata air panas (yang lebih besar dari 8 alias bersifat basa, sementara produk vulkanisme umumnya asam), suhu yang rendah (rata-rata 40 derajat Celcius, bandingkan dengan produk vulkanisme yang rata-rata di atas 42 derajat Celcius), aroma Belerang yang lemah dan sifat kesadahan yang sangat tinggi.Selain potensi wisata husada-nya, sebenarnya kawasan geotermal ini mengandung potensi lain yang tak kalah menggiurkan : sumber energi. Reservoir geotermal Alian berada di kedalaman 1,1 km dan secara horizontal berjarak 0,5 km di sebelah utara-barat laut lokasi mata air panas Krakal. Suhu reservoir ini relatif tinggi, yakni 324 - 333 derajat Celcius sehingga tergolong mempunyai entalpi yang tinggi. Pengukuran elektromagnetik VLF (Very Low Frequency) menunjukkan, selain di lokasi mata air panas, konsentrasi air panas pun terdapat di bawah Kantor Kecamatan Alian yang berjarak 150 m di sebelah timur laut mata air panas Krakal. Hanya saja konsentrasi air panas yang terakhir ini tidak bisa menemukan jalan keluar menuju permukaan Bumi karena tertahan oleh kepadatan batuan setempat. Ada kemungkinan reservoir geotermal ini jugalah yang bertanggung jawab atas munculnya mata air panas lainnya yakni yang berada di kaki Bendung Kaligending (tepat di aliran Sungai Lukulo, di tepi jalan menuju Karangsambung) dan mata air panas di hulu Sungai Kedungbener.Sebagai air panas berentalpi tinggi dan bila diambil asumsi ketebalan reservoir geotermalnya adalah 1 km, dengan recovery factor 50 %, faktor konversi 10 % dan lifetime 30 tahun, maka kawasan geotermal Alian ini mempunyai potensi energi listrik persatuan luas sebesar 25 MWe/km persegi. Dan bila diasumsikan luas daerah prospek geotermal Alian adalam 4 km persegi, maka potensi energi listrik yang bisa dibangkitkan di sini mencapai 100 MWe, suatu angka yang cukup besar sehingga layaklah untuk dipertimbangkan sebagai sumber energi masa depan (meski panas bumi itu relatif mahal).

Terima kasih pak Ma'rufin

Share on Google Plus

About Kusmawan D'Mank

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

2 komentar :

Anonim mengatakan...

Pak Kusmawan, salam kenal.
Kl dr Yogya lewat mana ya? Apa hrs msk Kebumen dulu?
Matur nuwun....
Tri Agung, Yogya

Kusmawan mengatakan...

salam kenal juga pak Tri, kalau dari Jogya lebih baik lewat kota Kebumen dulu, bila beruntung Bapak langsung dapat menemukan petunjuk arahnya, tapi kalau tidak, tinggal tanya, 100% orang kebumen tahu. Terima kasih atas kunjungannya.
Salam,
Kusmawan